Darihadist diatas dijelaskan bahwa 4 golongan yang dirindukan surga adalah sebagai berikut : Orang yang senantiasa membaca alqur'an. Alqur'an adalah kalam Allah yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada umatnya. Alqur'an merupakan pedoman hidup bagi umat muslim, dan bernilai pahala bagi setiap orang yang membacanya.
4 Wa shoimiin fii syahri Romadhon (orang yang berpuasa di bulan Ramadan) Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad saw bersabda, "Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar-Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa." (HR. Bukhari). Itulah beberpa golongan manusia yang dirindukan surga.
Jadisebelum hattrick 3 kali, saya coba share rangkuman yang saya ingat dari cerita dua penceramah ini tentang empat golongan yang dirindukan surga. Pada suatu kesempatan Rasulullah SAW bercerita kepada para sahabat bahwa Surga itu rindu kepada empat golongan yaitu: Orang yang gemar membaca Al-Qur'an, Orang yang senantiasa menjaga lisan
Sebagaimanahadist Rasulullah SAW, ada 4 golongan manusia yang dirindukan syurga; الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ .رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباس 1. Orang Yang Rajin Membaca Al Qur'an
TernyataSurga sudah punya kriteria sendiri, yaitu golongan orang yang dirindukan oleh Surga, dinantikan kehadiranya kelak, apakah kita termasuk golongan ini? Rasulullah SAW bersabda:
PerumpamaanSurga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa: di dalamnya terdapat sungai dari air yang tidak berubah. Juga sungai dari susu yang tidak berubah rasanya. Sungai dari khamr yang lezat bagi orang yang meminumnya. Sungai dari madu yang murni (Q.S Muhammad ayat 15) Tidak membutuhkan parit untuk alirannya. (Tafsir Ibnu Katsir)
gSrNYF. Oleh IMAM NUR SUHARNOOLEH IMAM NUR SUHARNO Dari Ibnu Abbas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Surga rindu kepada empat orang, yaitu pembaca Alquran, orang yang menjaga lisan, pemberi makan orang yang lapar, dan orang yang puasa pada bulan Ramadhan.” HR Abu Dawud dan Tirmidzi. Dalam hadis di atas, Rasulullah SAW menyebutkan empat golongan manusia yang selalu dirindukan oleh surga. Setiap kita pasti mendambakan menjadi bagian dari golongan orang-orang yang dirindukan surga. Dan, untuk menjadi orang yang dirindukan surga itu mudah bagi orang yang mau istiqamah menjalankan amalan yang disebutkan dalam hadis Nabi SAW. Pertama, pembaca Alquran. Allah menjanjikan pahala dan balasan besar bagi orang yang rajin membaca Alquran QS Fathir [35] 29-30. Bahkan, diberi jaminan kehidupan yang layak. Dalam hadis Qudsi disebutkan, “Barang siapa yang disibukkan oleh Alquran sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, akan Aku berikan kepadanya sesuatu yang paling baik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta, dan keutamaan kalam Allah terhadap seluruh kalam selainnya adalah seperti keutamaan Allah terhadap seluruh makhluk-Nya.” HR Ahmad dan Thabrani. Kedua, menjaga lisan. Sebab, bahaya yang diakibatkan oleh lisan itu dapat memasukkan pemiliknya ke dalam neraka. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan dampaknya dapat membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat.” HR Bukhari. Ketahuilah bahwa Allah SWT berfirman, “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir.” QS Qaf [50] 18. Ketiga, memberi makan orang yang kelaparan. Hal ini merupakan amalan mulia, karena menolong orang yang kesulitan di dunia itu akan berbuah pertolongan Allah terhadap dirinya di akhirat kelak. Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.” HR Muslim. Keempat, puasa pada bulan Ramadhan. Saking istimewanya puasa Ramadhan hingga Allah yang menyerahkan secara langsung pahala puasa itu kepada orang yang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda, ”Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Karena, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan langsung membalasnya.” HR Bukhari dan Muslim. Dengan terus berupaya menjalankan amalan-amalan di atas, semoga kita kaum Muslimin termasuk golongan orang-orang yang senantiasa dirindukan oleh surga. Amin.
Islam adalah agama yang mengajarkan kita untuk selalu beramal baik dan berguna bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Selama hidup di dunia, kita dituntut untuk menunaikan ibadah dengan sebaik-baiknya untuk meraih surga kelak. Sebagai seorang muslim, kita tentu menginginkan surga sebagai tempat yang penuh dengan kenikmatan abadi. Namun, bagaimana cara kita bisa meraih surga? Salah satunya adalah dengan mempelajari hadits tentang 4 golongan yang dirindukan itu Hadits?Keutamaan Mempelajari Hadits1. Mendapatkan Pahala dari Allah SWT2. Mengetahui Sunnah Rasulullah SAW3. Memperdalam Ilmu Agama Islam4 Golongan yang Dirindukan Surga“Empat golongan yang dirindukan surga orang yang adil dan mempunyai kekuasaan, orang yang menjaga dirinya dari pernikahan haram, orang yang jujur dan lurus dalam perkataannya, serta orang yang sederhana dan rendah hati dalam kehidupannya.”Mengapa Orang yang Adil dan Memiliki Kekuasaan Dirindukan Surga?Kenapa Orang yang Menjaga Diri dari Pernikahan Haram Dirindukan Surga?Mengapa Orang yang Jujur dan Lurus dalam Perkataannya Dirindukan Surga?Kenapa Orang yang Sederhana dan Rendah Hati dalam Kehidupannya Dirindukan Surga?Table Keempat Golongan yang Dirindukan SurgaKesimpulanFAQs1. Apa itu hadits?2. Apa keutamaan mempelajari hadits?3. Apa saja golongan yang dirindukan surga?4. Apa yang membuat orang yang adil dan mempunyai kekuasaan dirindukan surga?5. Mengapa orang yang sederhana dan rendah hati dalam kehidupannya dirindukan surga?DisclaimerApa itu Hadits?Sebelum membahas lebih dalam mengenai hadits tentang 4 golongan yang dirindukan surga, kita harus memahami terlebih dahulu apa itu hadits. Secara sederhana, hadits adalah segala perkataan, perbuatan, atau ketetapan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh para sahabatnya. Hadits merupakan sumber hukum kedua dalam agama Islam setelah Mempelajari HaditsSebagai seorang muslim, kita dituntut untuk mempelajari hadits karena hadits merupakan sumber hukum kedua dalam agama Islam. Selain itu, mempelajari hadits juga memiliki keutamaan yang sangat besar. Berikut beberapa keutamaan mempelajari hadits1. Mendapatkan Pahala dari Allah SWTMempelajari hadits adalah salah satu cara untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”2. Mengetahui Sunnah Rasulullah SAWHadits juga menjadi sumber untuk mengetahui sunnah Rasulullah SAW. Sunnah merupakan tindakan atau perkataan Nabi Muhammad SAW yang menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan Memperdalam Ilmu Agama IslamMempelajari hadits juga akan membantu kita untuk memperdalam ilmu agama Islam. Dalam hadits terdapat banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil untuk diterapkan dalam kehidupan banyak hadits yang menjelaskan mengenai golongan-golongan yang dirindukan surga. Namun, salah satu hadits yang paling terkenal adalah hadits yang menceritakan tentang 4 golongan yang dirindukan surga. Berikut adalah hadits tersebut“Empat golongan yang dirindukan surga orang yang adil dan mempunyai kekuasaan, orang yang menjaga dirinya dari pernikahan haram, orang yang jujur dan lurus dalam perkataannya, serta orang yang sederhana dan rendah hati dalam kehidupannya.”Hadits ini hadir sebagai pencerahan bagi umat muslim bahwa hidup yang baik dan benar akan membawa kepada surga kelak. Keempat golongan yang disebutkan dalam hadits tersebut memiliki sifat-sifat yang patut ditiru oleh setiap Orang yang Adil dan Memiliki Kekuasaan Dirindukan Surga?Orang yang adil dan mempunyai kekuasaan sangat dirindukan Allah SWT karena mereka akan menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan umat dan tidak menyalahgunakannya. Seorang muslim yang adil dan memiliki kekuasaan akan memberikan keadilan kepada siapa saja, tanpa memandang status sosial atau Orang yang Menjaga Diri dari Pernikahan Haram Dirindukan Surga?Orang yang menjaga dirinya dari pernikahan haram sangat dirindukan Allah SWT karena ia mempertahankan kemurnian hati dan memilih pasangan hidup yang sesuai dengan syariat Islam. Pernikahan haram sangat dilarang dalam Islam karena dapat menimbulkan kerusakan di dalam Orang yang Jujur dan Lurus dalam Perkataannya Dirindukan Surga?Orang yang jujur dan lurus dalam perkataannya sangat dirindukan Allah SWT karena ia tidak pernah berbohong dan selalu berkata benar. Seorang muslim yang jujur akan selalu dipercayai dan dihormati oleh orang Orang yang Sederhana dan Rendah Hati dalam Kehidupannya Dirindukan Surga?Orang yang sederhana dan rendah hati dalam kehidupannya sangat dirindukan Allah SWT karena ia tidak sombong dan tidak merasa lebih dari orang lain. Seorang muslim yang sederhana dan rendah hati akan lebih mudah diterima dalam masyarakat dan dihormati oleh orang Keempat Golongan yang Dirindukan SurgaNoGolongan yang Dirindukan Surga1Orang yang adil dan mempunyai kekuasaan2Orang yang menjaga dirinya dari pernikahan haram3Orang yang jujur dan lurus dalam perkataannya4Orang yang sederhana dan rendah hati dalam kehidupannyaKesimpulanHadits tentang 4 golongan yang dirindukan surga menjadi salah satu hadits yang sangat penting untuk dipahami oleh setiap muslim. Dalam hadits tersebut, terdapat 4 golongan yang memiliki sifat-sifat yang patut ditiru oleh setiap muslim, yaitu orang yang adil dan mempunyai kekuasaan, orang yang menjaga dirinya dari pernikahan haram, orang yang jujur dan lurus dalam perkataannya, serta orang yang sederhana dan rendah hati dalam kehidupannya. Mempelajari hadits akan membantu kita untuk memperdalam ilmu agama Islam dan mendapatkan pahala dari Allah Apa itu hadits?Hadits adalah segala perkataan, perbuatan, atau ketetapan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh para sahabatnya. Hadits merupakan sumber hukum kedua dalam agama Islam setelah Apa keutamaan mempelajari hadits?Keutamaan mempelajari hadits antara lain mendapatkan pahala dari Allah SWT, mengetahui sunnah Rasulullah SAW, dan memperdalam ilmu agama Apa saja golongan yang dirindukan surga?Golongan yang dirindukan surga adalah orang yang adil dan mempunyai kekuasaan, orang yang menjaga dirinya dari pernikahan haram, orang yang jujur dan lurus dalam perkataannya, serta orang yang sederhana dan rendah hati dalam Apa yang membuat orang yang adil dan mempunyai kekuasaan dirindukan surga?Orang yang adil dan mempunyai kekuasaan sangat dirindukan Allah SWT karena mereka akan menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan umat dan tidak Mengapa orang yang sederhana dan rendah hati dalam kehidupannya dirindukan surga?Orang yang sederhana dan rendah hati dalam kehidupannya sangat dirindukan Allah SWT karena ia tidak sombong dan tidak merasa lebih dari orang ini dibuat semata-mata untuk tujuan edukasi dan tidak bermaksud untuk menggantikan sumber informasi yang lebih akurat dan resmi. Mohon untuk selalu mencari informasi lebih lanjut mengenai topik yang dibahas dalam artikel ini dari sumber-sumber yang terpercaya.
Home Hikmah Rabu, 10 Juni 2020 - 1611 WIBloading... Di dalam Masjid Nabawi Madinah terdapat taman surga Raudhah yang selalu menjadi tujuan para peziarah. Taman surga ini berada di dekat makam Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang mulia. Foto/Istimewa A A A Mendengar kata surga Al-Jannah tentu yang terbayang di benak kita adalah tempat yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan. Tidak ada sedih, duka, kesusahan, ketakutan apalagi permusuhan. Tak heran jika semua orang mendambakan jadi penghuni surga . Allah Ta'ala berfirman dalam satu Hadis Qudsi "Aku persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga dan tak pernah terbayang di benak siapa pun manusia". [Baca Juga Sahabat Bertanya Seperti Apakah Surga? Ini Kata Rasulullah SAW 1]Dalam Al-Qur'an , Allah juga berfirman فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ مَّاۤ اُخۡفِىَ لَهُمۡ مِّنۡ قُرَّةِ اَعۡيُنٍۚ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ"Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam-macam nikmat yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan". QS. As-Sajdah 17. Surga menjadi tempat tinggal orang-orang yang beriman kepada Allah Ta'ala dan mengerjakan kebajikan ketika hidup di dunia. Mereka yang menghabiskan waktunya beramal saleh ketika di dunia kelak akan dimasukkan ke dalam surga berkat rahmat Allah Ta'ala. [Baca Juga Amalan yang Menjauhkan Neraka dan Mendekatkan Surga]Dalam Kitab Raunaqul Majalis disebutkan ada empat golongan manusia yang dirindukan surga , yaitu 1. Taalil-Qur'ani orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an .2. Wa haafizhul-Lisan orang yang memelihara lisannya.3. Wa muth'imul-ji'aan orang yang memberi makan orang kelaparan.4. Wa shoimiin fii syahri Romadhon orang yang berpuasa di bulan RamadhanDalam satu Hadis Sahih dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, NabiMuhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabdaمَن أنْفَقَ زَوْجَيْنِ مِن شيءٍ مِنَ الأشْياءِ في سَبيلِ اللَّهِ، دُعِيَ مِن أبْوابِ، – يَعْنِي الجَنَّةَ، – يا عَبْدَ اللَّهِ هذا خَيْرٌ، فمَن كانَ مِن أهْلِ الصَّلاةِ دُعِيَ مِن بابِ الصَّلاةِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الجِهادِ دُعِيَ مِن بابِ الجِهادِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِن بابِ الصَّدَقَةِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصِّيامِ دُعِيَ مِن بابِ الصِّيامِ، وبابِ الرَّيّانِ"Siapa yang berinfak sedikit saja untuk dua kendaraan di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga wahai hamba Allah ini adalah hasil kebaikanmu! Jika ia ahli salat, maka akan dipanggil dari babus shalah pintu salat, jika ia ahli jihad maka akan dipanggil dari babul jihad pintu jihad, jika ia ahli sedekah maka akan dipanggil dari babus shadaqah pintu sedekah, jika ia ahli puasa maka akan dipanggil dari pintu puasa atau babur rayyan pintu ar Rayyan". HR. Al-Bukhari, Muslim[ Baca Juga ]Wallahu Ta'ala A'lamrhs surga amalan amal saleh islam nasihat islami Artikel Terkini More 18 menit yang lalu 1 jam yang lalu 2 jam yang lalu 3 jam yang lalu 4 jam yang lalu 5 jam yang lalu
Jakarta - Ada sebuah hadits yang menyebut bahwa seseorang tidak akan masuk surga karena amalnya. Hadits ini termuat dalam Kitab Shahih Bukhari dan SAW bersabda, "Seseorang tidak akan masuk surga karena amalnya." Sahabat bertanya, "Engkau pun juga, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ya, aku pun juga."Abu Usamah Salim bin 'Ied Al-Hilali mengatakan dalam Kitab Syarah Riyadhus Shalihin, hadits tersebut bisa bermaksud bahwa amal tidak dapat membuat seseorang berhak atas surga. Ia menjelaskan lebih lanjut, seseorang akan masuk surga karena karunia Allah SWT dan rahmat-Nya yang telah menjadikan amal sebagai sebab masuknya surga. "Amal tidak dapat membuat seseorang berhak atas surga. Hal ini tidak akan terjadi, kalau bukan karena karunia Allah SWT dan rahmat-Nya, yang telah menjadikan amal sebagai sebab masuk surga, sedangkan amal itu sendiri adalah suatu karunia dan rahmat Allah terhadap hamba-Nya," jelas Syaikh Salim sebagaimana diterjemahkan M. Abdul Salim menyimpulkan, surga dan semua penyebabnya merupakan karunia dan rahmat Allah SWT. Ia mengatakan, amal merupakan penyebab perbedaan derajat hamba-hamba Allah SWT, bukan sebagai penyebab masuknya seseorang ke pendapat yang paling benar tentang hal ini, kata Syaikh Salim, Nabi SAW memberitahu bahwa masuknya seseorang ke surga bukanlah merupakan imbalan atas amalnya, melainkan karena rahmat Allah SWT. Sebab, lanjutnya, jika bukan karena limpahan rahmat Allah SWT kepada hambanya, pasti dia tidak dapat masuk surga."Semua amal hamba, walaupun dicintai dan diridhai Allah, tidak akan menyamai dan mengganti nikmat-nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepadanya di dunia. Bakan, kalau diperhitungkan, semua amalnya akan sangat kecil perbandingannya daripada nikmat-nikmat Allah yang diterimanya, sedang sisanya adalah nikmat yang wajib disyukuri," ini diperkuat dengan hadits 'Abdullah Ibnu Mas'ud, Zaid bin Tsabit, dan Hudzaifah Ibnul Yaman yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan lainnya dengan sanad shahih melalui jalur Abu Sinan, dari Wahb bin Khalid al-Himshi, dari Ibnu Dailami, ia berkata,"Aku pernah mendatangi Ubay bin Ka'ab, lalu aku berkata kepadanya, 'Ada sesuatu yang mengusik hatiku tentang masalah qadar takdir. Oleh karena itu, beritahukanlah kepadaku sesuatu, semoga Allah melenyapkan gangguan yang mengusik hatiku itu.'Ubay berkata, 'Seandainya Allah mengazab semua penduduk langit dan bumi, sebagaimana Dia mengazab mereka bukan karena zalim kepada mereka. Sekiranya Allah merahmati mereka, maka sungguh rahmat-Nya lebih baik daripada semua amal mereka. Seandainya engkau menafkahkan emas sebesar Gunung Uhud di jalan Allah, maka Allah tidak akan menerimanya, kecuali setelah engkau mengimani takdir. Engkau harus menyadari bahwa apa yang akan menimpamu tidak akan pernah luput darimu, dan apa yang luput darimu tidak akan pernah menimpa dirimu. Jika engkau meninggal bukan atas keyakinan ini, maka engkau pasti masuk neraka.'"Ibnu Dailami melanjutkan, "Aku pun mendatangi 'Abdullah bin Mas'ud, lalu dia berkata seperti itu pula. Kemudian, aku mendatangi Hudzaifah bin al-Yaman, lalu dia berkata seperti itu pula. Setelah itu, aku mendatangi Zaid bin Tsabit, lalu dia menuturkan kepadaku dari Nabi SAW seperti itu pula..."Imam Muslim meriwayatkan hadits yang menyebut bahwa seseorang tak akan masuk surga karena amalnya dengan redaksi berikut,لا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللهِArtinya, "Tidak ada amalan seorang pun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah." HR Muslim3 Golongan yang Tak akan Masuk SurgaDalam hadits lain disebutkan, ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga. Hadits ini diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,"Ada tiga orang yang Allah haramkan untuk masuk surga, yaitu pecandu minuman keras, orang yang berbuat durhaka kepada orang tua, dan mucikari yang membiarkan kekejian terjadi pada keluarganya." HR AhmadAdapun, dalam riwayat lain disebutkan, orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya terhadap orang lain juga termasuk golongan orang yang tak akan masuk surga. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,"Allah tidak akan memandang tiga orang pada hari kiamat, yaitu pecandu minuman keras, orang yang berbuat durhaka kepada orang tua, perempuan yang berpenampilan menyerupai laki-laki, dan mucikari. Dan ada tiga orang yang tidak akan masuk surga, yaitu orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya, pecandu minuman keras, dan orang yang sangat berharap dari apa yang diberikannya." HR Ahmad, an-Nasa'i, dan HakimRedaksi lain menyebut, "Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut pemberian, yang durhaka kepada orang tua, dan pecandu khamar." HR Ahmad, an-Nasa'i, dan ad-DarimiSimak Video "Ada Jalan Menuju Surga di Kota Malang, Begini Asal-usulnya!" [GambasVideo 20detik] kri/lus
Ada empat golongan manusia dengan amal kebaikannya sangat dirindukan surga. Siapakah mereka? Apakah kita masuk dalam golongan tersebut? قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الجنة مشتاقة الى اربعة نفر تالي القران, وحافظ اللسان ومطعم الجيعان والصائمين في شهر رمضان. “Surga merindukan empat orang Pertama, orang yang membaca al-Qur’an. Kedua, orang yang menjaga lisannya. Ketiga, orang yang memberi makanan kepada orang yang lapar. Keempat, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan” Dzurrat al-Nashihin. Di kalangan para Da’i, hadits di atas diyakini sebagai message Rasulullah. Namun di saat yang bersamaan keyakinan para da’i ini dibantah habis-habisan oleh para akademisi. Mereka menvonis maqalah di atas bukanlah Hadits Rasul, haditst palsu. Alasannya sederhana, karena tidak pernah ditemukan dalam kitab kitab sunnah/hadits, dan sanadnyapun tidak jelas. Tapi Penulis tertarik untuk mengkaji isinya, terlepas apakah ini hadits atau bukan. Tapi isinya sepertinya menarik untuk dikupas walaupun tidak tuntas. Pembaca al-Qur’an Membaca adalah suatu proses melihat serta memahami isi dari apa yg tertulis dengan cara melisankan atau hanya tersurat dalam hati belaka. Membaca al-Qur’an berarti melihat lalu melisankan serta memahami isi kandungan al-Qur’an. Namun, dalam kamus al-Ma’ani al-Jami’ membaca qara a searti dengan Mempelajari darasa. Dalam surah al-Baqarah ayat 2, al-Qur’an digambarkan sebagai huda petunjuk bagi manusia yang bertaqwa. Lebih tepatnya, menurut Abd al-Wahab Khalaf sebagai dustur undang-Undang hidup beragama bagi umat dan bernegara bagi rakyat Ilmu Ushul al-Fiqh, 23. Orang-orang yang menjadikan al-Qur’an sebagai pijakan dasar hidupnya, maka dapat dipastikan ia akan menuai kebaikan dalam dimensi kehidupannya, baik ekonominya, baik keluarganya, baik hubungan kemasyarakatannya, baik agamanya, baik dunianya, dan bahkan akan menjadi baik akhiratnya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. عن عثمان بن عفان أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال خيركم من تعلم القرآن وعلمه Dari Utsman Ibn Affan sesungguhnya Rasulullah bersabda “sebaik-baiknya kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan orang yang mengajarkan al-Qur’an” HR Bukhari4743. Ketika seseorang kehidupannya dunia dan akhiratnya baik, maka ia takkan pernah lagi merisaukan nasibnya karena sejatinya ia sedang dalam pelukan kedamaian. Bukankah surga merupakan ilustrasi dari kedamaian?! Tak heran bila surga merindukannya. Penjaga Lisan Dikatakan Qila lisan itu Shaghir al-Jirm kecil bentuknya kabir al-Jurm besar dosa akibatnya. Sesuai pepatah luka pedang kan mudah diobati, namun luka lidah sukar diobati. Bahkan saja dari besarnya dosa akibat tak menjaga lisan, pelakunya diancam masuk neraka. Sesuai dengan Sabda nabi. قال ” إن الصدق يهدي إلى البر ، وإن البر يهدي إلى الجنة ، وإن الرجل ليصدق حتى يكون صديقا . وإن الكذب يهدي إلى الفجور ، وإن الفجور يهدي إلى النار ، وإن الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا Nabi bersabda berkata benar jujur akan menunjukkan jalan menuju kebaikan. Dan kebaikan akan menunjukkan jalan menuju surga. Seseorang yang berkata benar hingga dia bisa disebut orang yang jujur. Sesungguhnya berkata bohong akan menunjukkan jalan menuju keburukan. Dan keburukan akan menunjukkan jalan menuju neraka. Seseorang yang berbohong, dia akan disebut pembohong HR Bukhari5749. Al-Ghazali berkata engkau harus lebih waspada menjaga dan mengendalikan lisanmu, karena lisan itu adalah anggota yang besar resikonya dan berpeluang besar melakukan kesalahan Minhaj al-Abidin, 138. Kesimpulannya menjaga lisan sangatlah besar gunanya, bahkan hal itu akan menjadi penyebab masuk surga. Dengan kata lain, surga sedang merindukannya. Pemberi makanan kepada orang yang kelaparan Tak diragukan lagi dan juga tak bisa dipungkiri bahwa orang yang membahagiakan orang lain apalagi yang tengah kelaparan dengan memberinya makanan akan mendapatkan kebahagiaan dalam kerinduan surga. Sesuai sabda Nabi عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال أفشوا السلام وأطعموا الطعام واضربوا الهام تورثوا الجنان Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi Muhammad saw. Bersabda tebarkanlah salam, berikanlah makanan dan pukullah binatang binatang berbisa, maka kamu akan mendapatkan surga-surga. Abu Isa berkata ini adalah hadits Hasan dan Hadits HRTirmidzi, No. 1823. Berpuasa di bulan Ramadhan عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه Dari Abu Hurairah ra. Nabi bersabda”Barang siapa yang berpuasa di Bulan Ramadhan dan melaksanakannya dengan benar dan dengan keyakinan kepada Allah, maka dosa dosa yang pernah ia lakukan akan diampuni oleh Allah”.HR Bukhari 38 Simpulan Walaupun hadits tentang orang-orang yang dirindukan oleh surga divonis sebagai hadits dhaif, bahkan palsu lantaran tidak memenuhi kriteria ke-shahih-an, namun dilihat dari matan isi, hadits tersebut shahih. Seyogianya, sebagai insan yang beriman, pencari kebaikan, tak menolak apalagi menghakimi hingga menjatuhkan vonis dhaif atau palsu sebuah hadits. Bukankah yang menjadi patokan adalah isi kalimat yang baik dan berguna tanpa peduli siapa yang mengucapkannya. Menjelang Ramadhan tiba, paling tidak, tulisan ini bisa membantu untuk membuat skedul kebaikan. Karena keempat orang yang dirindukan surga ini bisa menjelma menjadi satu orang. Yuk, selain kita berpuasa Ramadhan, kita juga istiqamah baca al-Qur’an, berbagi ta’jil buka puasa dan menjaga lisan agar tak melukai hati orang lain. Ini juga sekaligus menjadi doorprize menuju surga.
hadits tentang orang yang dirindukan surga